Tuesday, 23 March 2010 14:50 Admin Istrator
Print PDF
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita malaria cukup besar. Sekitar 10 juta penduduk Indonesia merupakan penderita epidemi ini. Penyakit yang lebih populer di lingkungan pantai di daerah tropis ini, terutama di Papua untuk Indonesia, menyerang lewat gigitan nyamuk Anopheles. 
 
Apa itu malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi daerah tropis yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini menyerang sel darah merah, dan menyebabkan kematian terbanyak setelah tuberkulosis.
 
Apa penyebabnya?
Malaria disebabkan oleh protozoa Plasmodium, parasit yang terdiri dari satu sel. Ada 4 spesies yang menyebabkan malaria pada manusia yaitu: P.falciparum, P.vivax, P.ovale dan P.malariae. P.falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. Penularan malaria paling umum terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Gejala klinis
Gejala biasanya timbul 10 sampai 35 hari setelah masuknya parasit melalui gigitan nyamuk. Gejala awal biasanya berupa demam ringan yang hilang timbul, sakit kepala, nyeri otot dan menggigil, disertai rasa tidak enak badan secara umum (malaise). 
Kadang-kadang gejala dimulai dengan menggigil hebat, baru disertai demam. Hal ini berlangsung 2 - 3 hari dan biasa diduga sebagai gejala flu. Gejala penyerta yang lain berbeda-beda tergantung spesies penyebabnya. 
 
MALARIA VIVAX DAN OVALE 
Serangan muncul tiba-tiba berupa menggigil hebat, diikuti berkeringat dan demam yang hilang timbul. Dalam waktu seminggu akan terbentuk pola serangan yang berulang. Awal serangan biasanya ditandai dengan tidak enak badan dan sakit kepala. Demam berlangsung selama 1 sampai 8 jam. Pada saat demam tinggi bisa terjadi delirium atau kesadaran berkabut. Setelah demam menghilang, penderita akan merasa baik sampai timbul serangan berikutnya. Pada malaria vivax, serangan biasanya terjadi setiap 48 jam. 
 
MALARIA FALCIPARUM 
Serangan dimulai dengan menggigil. Suhu tubuh penderita naik perlahan-lahan bisa mencapai 40 derajat C, kemudian turun tiba-tiba. Serangan berlangsung selama 20 sampai 36 jam. Penderita biasanya mengalami sakit kepala hebat, mengantuk, mengalami delirium dan bingung. Keadaan penderita secara umum keadaannya lebih buruk dibandingkan malaria ovale. Sebagai komplikasi bisa terjadi gangguan fungsi otak yang disebut malaria serebral. Malaria serebral bisa berakibat fatal dan biasanya mengenai bayi, wanita hamil dan orang-orang yang melakukan perjalanan ke daerah beresiko tinggi. Jarak antara serangan bervariasi antara 36 sampai 72 jam. Di antara serangan penderita tetap mengalami demam ringan, dan merasa tidak sehat. 
 
MALARIA MALARIAE 
Serangan mulai tiba-tiba. Serangan mirip dengan Malaria Vivax, tapi jarak antara serangan adalah 72 jam. Bila malaria tidak diobati akan timbul kuning (jaundice) dan terjadi pembengkakan hati dan limpa. Sejumlah kecil parasit yang tidak berhasil diobati dan bertahan dalam darah akan menyebabkan sakit berkepanjangan. Gejala-gejala dari kasus seperti ini adalah sakit kepala yang muncul pada waktu tertentu, tidak enak badan, nafsu makan buruk, kelelahan, dan serangan demam serta menggigil berulang. Tanpa pengobatan, malaria akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 - 30 hari, tapi bisa terjadi kekambuhan dalam interval waktu yang berbeda. 
 
Pada penderita malaria falciparum kronis, terutama yang mendapat pengobatan dengan kina, bisa terjadi komplikasi yang disebut blackwater fever. Hal ini terjadi karena pecahnya sejumlah besar sel darah merah sehingga melepaskan hemoglobin ke dalam aliran darah. Hemoglobin kemudian dikeluarkan dalam urin, mengakibatkan urin berwarna gelap.
 
Dokter akan menduga malaria, jika seorang penderita mengalami serangan demam dan menggigil berulang tanpa sebab yang jelas. Kecurigaan lebih besar kalau penderita pernah mengunjungi daerah endemis malaria dan ditemukan pembesaran limpa. Pemeriksaan darah dimaksudkan untuk menemukan parasit malaria dan jenisnya. Penentuan jenis Plasmodium ini penting karena akan menentukan pengobatan, komplikasi dan kemungkinan sembuh penderita. 
 
Pada semua jenis malaria, jumlah sel darah putih normal, tapi jumlah limfosit dan monosit meningkat. Kadar gula darah pada umumnya menurun, dan bisa sangat rendah pada penderita dengan jumlah parasit yang banyak dalam darah.
 
Pengobatan
Pengobatan malaria tergantung pada jenis Plasmodium yang menginfeksi. Pengobatan juga ditentukan ada tidaknya resistensi parasit terhadap pengobatan klorokuin di daerah tersebut. Pada infeksi akut oleh Plasmodium falciparum di daerah yang diketahui resisten, maka penderita diobati dengan kina atau kuinidin melalui infus. Infeksi oleh spesies lain jarang resisten terhadap klorokuin, sehingga penderita diobati dengan klorokuin diikuti primakuin.
 
Yang dapat anda lakukan:
  • Periksa dokter bila menduga malaria 
Tindakan dokter untuk anda :
  • Periksa darah malaria 
  • Mengobati dengan obat anti malaria. (pada akhir-akhir ini, beberapa spesies dari plasmodium telah kebal terhadap obat-obat anti malaria yang biasa) 
Pencegahan
Pencegahan terhadap malaria untuk orang yang tinggal di daerah endemis dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk. Penggunaan insektisida, menggunakan kasa nyamuk pada pintu dan jendela serta kelambu bisa digunakan untuk tujuan tersebut. Untuk orang yang akan melakukan perjalanan ke daerah malaria, sebaiknya minum obat sebagai pencegahan. Obat diminum seminggu sebelum perjalanan, selama di daerah malaria sampai satu bulan sesudah pulang. Pencegahan yang paling umum adalah klorokuin, sayangnya banyak tempat yang mempunyai plasmodium falciparum yang resisten terhadap obat ini. Obat lain yang bisa digunakan adalah meflokuin dan doksisiklin. Doksisiklin tidak bisa diberikan pada anak-anak.
 
Aktifitas lain yang disarankan adalah:
  • Mintalah nasihat dokter/apoteker mengenai obat-obatan pencegahan malaria bila akan mengunjungi daerah endemik. Obat-obat pencegahan malaria harus dimulai sejak 2 minggu sebelum mulai kunjungan, dan dilanjutkan selama kunjungan sampai 4 minggu setelah meninggalkan daerah tersebut 
  • Di daerah endemik, oleskan obat anti nyamuk ke bagian anggota badan anda yang terbuka seperti kaki dan tangan, gunakan kelambu tempat tidur dan hindari jangan pergi ke kebun/hutan di waktu malam. 
  • Semprotkan obat insektisida untuk membasmi tempat pembenihan nyamuk seperti kolam-kolam yang airnya tidak mengalir dan daerah rawa-rawa. 
 Sumber
- www.handoko.net 
- Kapita selekta kedokteran edisi III, media aesculapius, jakarta, 2000 
Last Updated on Tuesday, 08 February 2011 07:21

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitMalaria

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA